Puisi UnTuk Dunia. . .

Hanya Ada Aku,, Dan Puisi Hatiku. . . .

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Mengapa bulan datang ketika air telah menghapus semua jejaknya...
Disaat air telah menghapuskan semua kerinduan matahari atas dirinya...
Disaat air telah menenangkan semua kekecewaan matahari atas hadirnya...

Matahari itu telah lama menunggu,,,
Matahari itu telah lama tertidur,,,
Terlalu lama hingga ia melupakan semua hal indah tentang sang bulan...
Terlalu lama hingga air datang dengan semua kesejukan yang ia berikan...

Sebuah tetes kehidupan yang dibawa air melalui sang embun,,
Sesuatu yang telah menghijaukan kembali pagi sang matahari...
Sesuatu yang telah menghidupakan kembali hari sang matahari...
Matahari yang tengah rapuh dan terluka...

1)Kutipan Langsung

Kutipan Langsung adalah pernyataan yang ditulis dalam susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikitpun.

Tentang kutipan langsung :
- Tulis dalam paragraf tersendiri
- Tulis dulu pengarang diikuti tahun penerbitan buku dan halaman buku
- Salin tulisan dari pengarang dalam tanda petik
- Diartikan dalam bahasa Indonesia
- Sering-seringlah mengadakan konsultasi dengan dosen pembimbing, lihat penulisan skripsi pada perpustakaan atau lihat punya kakak tingkat

Kutipan Langsung terdiri dari:
1. Kutipan Langsung panjang :
Kutipan langsung yang lebih dari tiga baris ketikan.

Cara penulisannya tidak dijalani dalam teks tetapi diberi tempat tesendiri dengan jarak baris satu spasi tunggal pada garis tepi baru yang jaraknya empat ketukan huruf dari garis margin.

Indensi dari kalimat pertama tujuh ketukan dari garis tepi(margin) atau tiga ketukan dari garis tepi yang baru Kutipan Langsung panjang tidak diapit dengan tanda kutip.

Contoh 1:
Banyak batasan yang telah dikemukkan mengenai pengertian definisi.
Keraf(2001), misalnya mengemukkan :

Defenisi pada prinsipnya adalah suatu proses menempatkan suatu objek yang akan dibatasi ke dalam kelas yang dimasukkan (berarti klasifikasi lagi), dengan menyebutkan cirri-ciri membedakan objek tadi dari anggota-anggota kelas lainnya.

Contoh 2:
Soebroto(1990:123) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan belajar”

Atau : kesimpulan dari penilitian tersebut adalah “ada hubungan yang erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan belajar”(Soebronto 1990:123).

Contoh 3:
Anderson and Clancy (1991:12) memberi pengertian biaya adalah sebagai berikut: "Cost is an exchange price, or a sacrifice made obtain a benefit".
Dalam pendapat tersebut Anderson dan Clancy menyatakan bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu keuntungan.



2).Kutipan Langsung Pendek

Kutipan Langsung pendek adalah kutipan langsung yang tidak lebih dari tiga baris dan dijalin kedalam teks dengan meletakkannya diantara dua tanda titik.

Contoh:

Mengenai kalimat efektif Anton M. Moeliono yang mengemukan, “Kalimat yang efektif dapat dikenal karena cirri-cirinya yang berikut keutuhan,perpautan,pemusatan perhatian, dan keringkasan.”




3).Kutipan Tidak Langsung

Kutioan tidak langsung merupakan pengukapan kembali penulis dengan kata-katanya sendiri atau kutipan yang dikemukkan penulis sendiri tanpa tanda kutip.

Kutipan Tidak Langsung terdiri dari:

1. Kutipan tidak langsung panjang :
Kutipan tidak langsung panjang merupakan kutipan yang lebih dari satu paragraph.
Untuk mengatasi kesulitan mengindentifikasikan apakah paragraph itu merupakam kutipan, dilakukan dengan menyebutkan pada permulaan paraphrase, nama penulis dan tahun terbit.

Contoh 1:
Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.

Atau : Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990:13).


Sumber : http://repository.binus.ac.id/content/N0874/N087421857.ppt.

Kini raja itu sadar akan satu hal...
Bahwa ia masih memiliki tembok keberanian disekelilingnya...
Ia masih memiliki pedang dan perisai kebenaran ditangannya...
Dan dia tetaplah seorang raja,,, Walaupun tanpa istana megahnya. . . .

Seorang diri ia mencari sebuah keadilan...
Sebuah keadilan atas dirinya yang kini dikucilkan...
Atas semua maslah yang terjadi didalam kerajaannya...
Apakah kalian semua pernah melihat seorang raja yang menhancurkan istana yang telah dibuatnya sendiri ?,, tidak. . .

Apakah didalam hatinya ia masih mengharapkan kepulangan permaisurinya ?...
Seorang wanita yang pikirannya telah diracuni oleh prasangka buruk atas diri sang raja...
Seorang wanita yang hatinya telah dinodai kebencian dan penghianatan yang ia pikirkan...
Seorang wanita yang telah pergi meninggalkannya,,, untuk sebuah pembalasan akan luka hatinya. . .

Tidak,,, bahkan raja itu tidak mampu untuk menjawabnya...
Hatinya kini telah diselimuti awan hitam kebimbangan...
Dirinya tengah diserang oleh tajamnya Sebuah perkataan fitnah...
Hingga akhirnya ia tertunduk lelah,,, untuk bertahan dan menepis segala sesuatu yang mencoba menusuknya. . .

Akan ku ceritakan sebuah kisah tentang cinta pada kalian...
Satu cerita tentang Sebuah kerajaan cinta seorang laki-laki...
Dimana laki-laki tersebut menjadi seorang raja atas hatinya...
Sebuah hati yang megah dan kokoh layaknya istana,,, aku menyebutnya kerajaan cinta. . . . .

Karajaan yang dibangun diatas sebuah tanah harapan...
Yang dilandasi oleh lantai-laintai kebaikan...
Serta diperkokoh oleh pilar-pilar kesabaran...
Hingga istana intu diterangi oleh cahaya ketulusan. . .

Kerajaan yang dihiasi kebahagiaan...
Yang di jaga oleh prajurit-prajurit kepercayaan...
Serta dikelilingi oleh tembok kokoh keberanian...
Semua itu guna menjaga suatu inti perasaan,,, ialah cinta. . .

Namun kini semua itu telah lenyap...
Pilar-pilar kesabaran kini runtuh satu per satu dengan sendirinya...
Cahaya ketulusan itupun meredup seiring dengan datangnya langit merah kemarahan...
Semuanya luluh lantak,,, yang tersisa hanyalah sebuah dinding keberanian...
Untuk menjaga sesuatu yang kini telah tiada. . . .

Percayakah kalian,,, bahwa semua itu terjadi seiring dengan kepergian serta penghianatan sang putri...
Ia terhanyut mendengar kalimat-kalimat manis para penyamun...
Ia terpengaruh oleh hasutan serta bisikan-bisikan para penyihir jahat...
Hingga ia memilih pergi untuk mengikuti para pecundang itu,,, pecundang yang tidak pernah berani menampakan dirinya...

Putri itu kini pergi...
Untuk menempuh jalan,, mengikuti hasutan kegelapan...
Pergi untuk selamanya...
Tanpa peduli apa yang telah dihancurkan dan ditinggalkannya. . .

Aku begitu mencintaimu...
Begitu besar dan dalam padamu...
Tak inginku harapkan terjadi...
Sekalipun kau pergi dari sisiku...
Kutetap bertahan dalam cintaku...

Kutak ingin bagian itu hilang...
Bagian terindah yang pernah terjadi...
Tak inginku harapkan terjadi...
Sekalipun kau berdusta dalam cinta...
Kutetap bertahan dalam kesetiaanku...

Jangan pernah kau coba berpaling..
Merubah semua menjadi kehancuranku..
Rasa sayang ini tetap ada...
Sekalipun kau tiada rasa lagi...
Sekalipun kau mendua dariku..
Kutak pernah ingin...
Dan selamanya tak ingin...
Kehilangan engkau, cintaku...

Janganlah kau rubah semua...
Kuamat takut kehilanganmu...
Jika itupun terjadi padaku...
Kutetap tak rela...
Kau campakkan aku...
Dan menghargai kecil itu semua..
Membayarku dengan kekecewaan...

Jangan..janga pernah...
Aku tak mau... dan takkan rela
sekalipun terjadi...
Aku tetap bertahan dan tak berubah padamu..

Kuberpuisi bersama nyanyian dunia...
Lagu-lagu cinta yang menemani hariku...
Selalu menyejukkan hatiku yang lelah...
Hidup anganku tuk ciptakan puisi...
Puisi sederhana, yang tak berarti...
Tanpa kata indah, namun bermakna...
Tanpa lagu cinta, kutak tau berkata apa..
Hanya derai simponi yang bawa kelegaan...
Bersama sang Bidadari yang nyanyikannya...
Menatapku dekat, terdiam dalam hatiku...
Meskipun kuberkata-kata...
Semuanya tetap diam adanya..
Karena tiada kudengar lagi lagu itu...
Lagu-lagu cinta yang menemani hariku...
Bidadari...janganlah berhenti bernyanyi...
Kuingin panasnya ego kau siram kembali...
Dengan kesejukkan air irama yang harmoni...
Yang tenangkan aku dalam membuat puisi...
Satukan aku dalam melodi..
Membahana jadi ikatan....
Tuk merajut kata di selembar kertas...
Menyalin makna dari hati ke dalam pena...
Merebak masa...
Yang lalu, sekarang dan masa depan...
Yang penuh warna, sekalipun menyakitkan...

Meski ku coba melupakan mu...
Tetap tak bisa ku menghapusmu...
Tulus cintaku telah kuberikan padamu...

Ku takan sesali mencintai dirimu...
Wanita terindah pernah jadi mimpiku...
Tak pernah menyesal mengenal dirimu...
Walau Jalan yang kutempuh tak tertuju padamu...

Meskipun kini kau kuhindari...
Tapi hatiku tak bisa kupungkiri...
Maaf ku terlalu mencintaimu...
Ku mencintaimu karena hatiku mencintaimu...

Telah terukir dirimu dalam hatiku...
Telah terangkai mimpi-mimpiku bersamu...
Bila kumiliki dirimu untuk bahagia...
Tak ada niatku untuk pernah melukaimu....

Tak pernah kupahami rasa ini...
Walaupun selalu kuterima lelah dan duka karena menyayangimu...
Tapi perihku selalu membuatku bahagia...
Biarlah tetap terjaga rasa ini hingga akhir nafasku ini ...

aku akan menjelma udara...
yang diam-diam membelai tidurmu...
masuk ke dalam nafasmu..
menjadi bagian dari kehidupanmu...

aku akan menjelma udara...
hingga nafasmu adalah aku...
dan aku adalah hidupmu..

aku akan masuk ke dalam setiap aliran darahmu...
mengisi setiap celah di dalam tubuhmu...
hingga aku adalah engkau...
dan engkau adalah aku...

kau dan aku adalah satu...
hingga aku bisa melihatmu dalam diriku...
engkau melihatku dalam dirimu...

pada setiap nafas yang kauhembus...
kau melihat nafaskulah yang berhembus...
pada setiap nafasku yang kauhembus...
aku melihat hidupmu yang adalah aku...

nafasku...
nafasmu...
adalah nafas kehidupan...
yang mengandung satu cinta abadi...

Kekal dan abadilah kasihku dan kasihnya...
Yang kurebahkan dalam dimensi hatiku...
Tak kunjung jua rasa resah kupikirikan..
Terabaikanlah segala gundah karena setianya...
Kuratapi kenangan lama yang menyakitkan...
Tuk membuka lembaran baru bersama dia..

Ya...
Dialah yang memberiku nafas baru dalam hidupku..
Yang sanggup menuntun aku dalam cinta..
Yang sanggup membuka mataku akan kesetiaan...
Lelahku terus mencoba hidup dalam kesendirian..
Meskiku berteman sepi, kumerasa damai karenamu..
Dikau tak di sisi tapi selalu di hati..

Adakah kau coba untuk menjaga hatiku...
Supaya kolam ini selalu terisi dengan kebahagiaan darimu..
Dan akhirnya tercurahlah semua isi hatiku...
Yang penuh damai, cinta kepada dirimu...
Kasih... tenanglah sayang..
Aku menunggumu selalu di sini...
Dalam tertidur dan terjagaku...kau selalu ada..
Lekaslah tersenyum, karena mentari ini...
Bersinar jingga seperti aku...
Aku yang yang tersenyum di sini...
Tunjukkan rupaku ke dalam sang Timur...

Percayalah... Cintamu dalam Kesetiaanku...
selamanya. . . . .

Terbenamlah matahari didalam hatiku...
Matahari yang tengah terluka dan bersedih...
Matahari yang tengah berpijar dengan cahayanya yang meredup...
Yang terpancar hanyalah cahaya merah kebencian dan kesedihan...


Salahkah jika matahari itu selalu setia menerangi semesta...
salahkah jika matahari itu ingin selalu berada dilanggit itu..
Apa yang sebenarnya telah diperbuat oleh matahari...
Hingga langit yang menjadi tumpuannya tega tuk menyakitinya...


Kini matahari itu tengah terlelap dalam...
Mencoba tuk sejenak lupakan semua yang terjadi padanya...
mencoba tuk mencari kembali cahaya dalam dirinya...
Cahaya yang mulai meredup dan menghilang dari dalam hatinya...

Matahari kini tengah terkulai lemah...
Hatinya tengah marah,, Hatinya tengah menangis...
Yang bisa ia lakukan hanyalah bersabar dan menunggu...
Tuk bisa kembali tegar dan bersinar...
Tuk bisa kembali kedalam pelukan langitnya...

kurasakan kini engkau pergi jauh,,
hingga tanganku tak mampu tuk memelukmu,,
hingga kakiku tak mampu tuk mengejarmu,,
hingga mataku tak mampu tuk menatapmu,,
hingga suaraku tak mampu lagi kau dengar,,

ijinkan aku menangis,,
biarlah airmata ini jadi samudra,,
yang kan mengantarku berenang mencarimu,,
"tapi surga itu ada dilangit"
itulah yang selalu ku ingat dalam pikiranku,,
itulah yang selalu ku jaga dalam hatiku,,

karna itu biarkanlah aku menjadi langit,,
untuk dapat tetap berada di sampingmu,,
karna bagiku,,
hanya engkaulah adalah surgaku. . .

Andai bumi dan Langit bersatu...
Kuingin berpijak dilangit nan biru...
Tuk berbaring di atas awan bersama dikau..
Pelangi adalah jalan harapanku...
Kita kan kembali ke bumi melalui tangganya...
Berkilau penuh warna melayang dari langit...

Andai bumi dan langit bersatu..
Kuingin setiap malam memetikkan bintang untukmu...
Bahkan bintang kejora, yang paling terang itu...
Tuk menghiasi malammu yang indah...
Dan kurebahkan engkau di belahan bulan sabit...
Tuk pandangi pulasnya tidurmu dalam pelukanku...

Andaikan bumi dan langit bersatu..
Kuingin tinggal bersamamu bersama dengan para malaikat...
Tuk jadi penjaga hati sepanjang hidupmu..
Di dalam mimpi dan kenyataan...
Kita adalah menghuni surga cinta di langit dan bumi..

Mengenai Saya

Labels

  • Puisi (12)

Followers